KURIKULUM

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis lainnya.Indonesia secara geografis terletak dalam daerah bencana berkelanjutan karena deretan gunung berapi dari Ring of Fire dan keberadaannya dipertemuan lempeng tektonik Asia dan Australia.Pada saat ini kondisi dunia sedang menghadapi peningkatan bencana seiring global climate changes yang tidak terkendali. Bencana alam terjadi di mana.-mana dan arus bantuan kemanusiaan untuk penanganan bencana meningkat tajam. Kondisi tersebut menghendaki pengelolaan secara tepat dan profesional.

Jumlah program penanggulangan bencana yang meningkat berdampak pada  meningkatnya permintaan akan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola (merancang, implementasi, monitoring dan evaluasi) program penanggulangan bencana. Pendidikan Magister Manajemen Bencana meliputi pendidikan tenaga profesional dalam ilmu manajemen, prosedur penanganan bencana secara efektif, efisien, dan manusiawi dari  titik  pandang berbagai ilmu.

Tujuan pendirian Magister Manajemen Bencana adalah menghasilkan para sarjana S2 yang profesional, cerdas dan bermoral dalam mengelola bencana pada setiap fase, yang meliputi: fase respons dini, fase recovery dan rehabilitasi, fase kesiapan (preparedness) di masyarakat, dengan pendekatan koordinasi lintas sektor dan lintas disiplin ilmu sehingga mampu menjadi tenaga handal dan professional serta mampu berperan  di tingkat nasional dan internasional.

Program Studi Magister Manajemen Bencana akan mampu menghasilkan sarjana S2 profesional, cerdas dan bermoral dalam mengelola bencana pada fase respons dini, fase recovery dan rehabilitasi, fase kesiapan (preparedness) di masyarakat, dengan pendekatan koordinasi lintas sektor dan lintas disiplin.

Pada akhir pendidikan peserta didik akan mampu berperan di tingkat nasional dan internasional dalam mengelola program penanggulangan bencana secara khusus mampu mengelola bencana pada: fase respons dini; fase recovery dan rehabilitasi; fase kesiapan (preparedness) di masyarakat dengan pendekatan koordinasi  baik lintas sektor, maupun lintas disiplin.

Lulusan Program Studi Magister Manajemen Bencana memiliki pasar kerja yang luas dalam institusi pemerintah maupun swasta yang terkait langsung maupun  tidak langsung dengan penanggulangan bencana.Menyadari hal-hal tersebut di atas, Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya berinisiatif mendirikan program studi Magister Manajemen Bencana yang akan dibuka mulai tahun 2012.

Berdasarkan kompetensi lulusan Magister Manajemen Bencana Program Pasca-sarjana Universitas Airlangga, maka lulusan akan dapat mengisi  lapangan pekerjaan  dalam berbagai bidang sebagai berikut:

  1. Institusi pendidikan tinggi baik negeri maupun swasta
  2. Lembaga/Balai Penelitian
  3. Konsultan, peneliti, dan
  4. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam bidang program penanggulangan bencana.

 1.1 Visi

Visi pendirian  Program Studi Magister Manajemen Bencana  menjadi program studi terkemuka, mandiri di kawasan nasional, regional dan internasional di bidang manajemen bencana serta mampu memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat di bidang tersebut. Terciptanya pertolongan korban bencana yang efektif melalui koordinasi lintas sektoral dan lintas disiplin melalui kerjasama tenaga yang terdidik dan terlatih secara profesional di seluruh penjuru tanah air Indonesia.

1.2 Misi

Misi pendirian Program Studi Magister Manajemen Bencana adalah mendidik tenaga profesional dalam menjalankan manajemenbencana yang meliputi: kemampuan komunikasi, koordinasi dan advokasi sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif, efisien dan manusiawi.

1.3 Kompetensi Lulusan

Setelah menyelesaikan pendidikan  pada Program Studi Magister Manajemen Bencana Pascasarajana Universitas Airlangga, Lulusan akan mampu:

Analisis Kompetensi

  1. Membuat Model yang tepat untuk program menejemen bencana
  2. Menjelaskan konsep dasar kebencanaan
  3. Menerapkan teori dan metode dalam manajemen bencana
  4. Memetakan permasalahan di lokasi bencana
  5. Membuat proposal program manejemen bencana untuk donatur
  6. Menjelaskan aspek hukum dan kelembagaan
  7. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait
  8. Merencanakan dengan baik program manajemen bencana
  9. Merancang pengelolaan sumber daya  dengan tepat dan  sesuai dengan wilayah bencana
  10. Membentuk manajer bencana yang handal yang dapat melaksanakan manjemen Bencana
  11. Merancang pendanaan dan manajemen keuangan pada setiap fase bencana
  12. Menjadikan etika dan hukum dalam pelaksanaan manajer bencana
  13. Bertanggung-jawab dan berdedikasi dalam mengemban tugas di wilayah bencana
  14. Menerapkann metode yang tepat dalam melaksanakan tugas di setiap tahap-tahap bencana
  15. Mengidentifikasi faktor risiko pada setiap fase bencana
  16. Menjelaskan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan bencan
  17. Melakukan Penelitian penanggulangan bencana
  18. Memberdayakan seluruh komponen Masyarakat  dalam program pasca bencana
  19. Menjelaskan semua program rehabilitasi berdasarkan kearifan lokal
  20. Memonitor dan mengevaluasi program penanggulangan bencana pada semua fase
  21. Membuat proposal penelitian penelitian sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dengan benar.

1.4 Analisis Kompetensi

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Kurikulum Program Studi Magister terdiri dari  Kurikulum Inti yang merupakan penciri dari kompetensi utama yang merupakan acuan baku  minimal mutu penyelenggaraan Program Studi.

Kompetensi lulusan bisa didapat melalui kajian  terhadap tiga unsur yaitu nilai-nilai yang dicanangkan  oleh perguruan tinggi (university value), visi keilmuan dari program studi (scientific vision) dan kebutuhan masyarakat pemangku kepentingan (need assessment). Pelaksanaan pendidikan Program Studi Magister manajemen Bencana merupakan perpaduan antara perkuliahan, laboratorium, pemberian tugas terstruktur, dan penelitian. Mahasiswa diwajibkan menulis tesis yang diawali seminar proposal penelitian, sehingga langkah penelitian dapat berjalan sesuai dengan kaidah ilmiah dan berbobot dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian dibimbing seorang  dosen sesuai dengan bidang ilmu yang ditetapkan. Pembimbing  adalah staf akademik yang memiliki kriteria sesuai dengan Keputusan Direktur Pascasarjana  Unair No. 3502/JO3.11/SK/1996 tanggal 11 Nopember 1996.

Download (PDF, 161KB)