Penanganan Gempa Lebih Sulit Dari Tsunami

Penanganan Gempa Lebih Sulit Dari Tsunami

image
By admin-mb On Tuesday, February 28 th, 2017 · no Comments · In

suarasurabaya.net – Proses penanggulangan bencana para korban gempa lebih sulit dibandingkan dengan bencana banjir atau tsunami.

Ini diungkapkan Dr. CHRISTRIJOGO SUMARTONO Pimpinan Tim Relawan Penanggulangan Bencana Sumatera Barat gabungan Universitas Airlangga dan RSU dr. Soetomo Surabaya.

Pada suarasurabaya.net, Sabtu (03/10) sebelum keberangkatannya ke Padang, dokter anestesi tersebut mengakui bahwa proses evakuasi dan penyelamatan terhadap korban gempa lebih sulit jika dibandingkan dengan bencan tsunami di Aceh.

Dokter yang berusia 49 tahun ini memang pernah menjadi tim relawan pasca tsunami menerjang Aceh 2004 silam.

“Penanganan untuk korban gempa memang lebih sulit. Kalau tsunami, karena air laut, banyak air yang terhirup paru-paru. Tapi, kalau gempa, banyak korban tertimbun gedung, sehingga banyak yang patah kaki dan sulit proses evakuasinya,” kata CHRISTRIJOGO.

Namun, karena pengalaman di daerah bencana, CHRISTRIJOGO bersama timnya sudah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang terjadi di lokasi. Selain Aceh, tim relawan Unair dan RSU dr Soetomo Surabaya juga pernah dikirim ke Ambon, dan terakhir ke China.

Untuk gempa Sumatera Barat ini, tim relawan menyiapkan satu set sarana emergency lapangan pasien gawat darurat, satu set tindakan operasi di lapangan yang siap pakai dan satu set peralatan identifikasi jenazah. Selain itu juga air minum yang pastinya sulit diperoleh di lokasi bencana.

Menurut CHRISTRIJOGO, setelah tiba di Padang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satkorlak di sana untuk penentuan lokasi yang lebih membutuhkan bantuan relawan.

“Kita akan koordinasi dengna Satkorlak, mau ditempatkan dimana. Yang jelas, kita kulo nuwun dulu dengan penguasa setempat, bahwa kita ingin membantu dan memberdayakan diri sendiri tanpa mengambil alih tugas mereka,” kata CHRISTRIJOGO.

Merujuk pada korban tsunami Aceh, waktu yang diperlukan bagi relawan untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis korban bencana adalah 6 bulan sampai mereka mampu berdiri sendiri. Namun, untuk gempa Padang ini, tim relawan secara bergantian ditugaskan selama 3 bulan sesuai kebutuhan.

Dalm tim relawan, terdapat pula Dr. H. AGUS M. ALGOZI, Sp.F, SH, DFM Ahli Forensik dan seorang dokter forensik lainnya yang juga dikirim ke Padang. Tim forensik akan bekerjasama dengan tim Disaster Fictim Identification (DFI) Mabes Polri dan fokus pada identifikasi jenazah.(git/ipg)

Teks Foto :
– Dr. CHRISTRIJOGO SUMARTONO Pimpinan Tim Relawan Penanggulangan Bencana Sumatera Barat .
Foto : GITA suarasurabaya.net

 

Sumber: http://www.suarasurabaya.net/print_news/Kelana%20Kota/2009/69915-Penanganan-Gempa-Lebih-Sulit-Dari-Tsunami