Keikutsertaan Prodi Manajemen Bencana Unair pada Pameran Riset Kebencanaan

Keikutsertaan Prodi Manajemen Bencana Unair pada Pameran Riset Kebencanaan

image
By admin-mb On Monday, February 27 th, 2017 · no Comments · In

Dalam kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke -2 Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) tahun 2015, Universitas Airlangga yang diwakili oleh Program Studi Manajemen

ampilkan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh prodi Manajemen Bencana, juga kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat serta beberapa  hasil riset ilmiah yang diselenggarakan oleh Institute Tropical Disiase (ITD) Universitas Airlangga.

Kegiatan pameran riset kebencanaan yang diselenggarakan oleh IABI ini juga diikuti oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia antara lain, Universitas Gajahmada, Universitas Indonesia, Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, Pusat Riset Geologi Institut Teknologi Bandung, Universitas Pembangunan Nasional Jogjakarta, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Selain perguruan tinggi, beberapa lembaga pemerintah maupun non pemerintah juga turut ambil bagian, antara lain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Litbangkes Kemenkes, Kementerian Riset dan Teknologi, Balai Konservasi Alam, dan beberapa lembaga riset kebencanaan lainnya.

Selain menampilkan kegiatan serta hasil riset ilmiah, peserta pameran dari Universitas Airlangga juga memberikan informasi-informasi seputar kegiatan yang diselenggarakan oleh program studi Manajemen Bencana kepada pengunjung yang melakukan kunjungan pada stand/booth. Yang menarik dan menjadi perhatian pengunjung pameran adalah pakaian antivirus dan hasil riset berupa pengembangan vaksin Avian Influenza dan Ebolla serta pengembangan riset Peran Biologi Molekular Dalam Antisipasi Bioterorisme dan Penyiapan Vaksin Biodefens Menuju Kemandirian Bidang Kesehatan dan Ketahanan Bangsa Indonesia oleh Prof. Dr. CA. Nidom dan AIRC-UNAIR (Avian Influenza Research Center Universitas Airlangga ) termasuk yang menjadi perhatian juga adalah hasil riset yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Indah S. Tantular berupa cara mudah menentukan diagnosa penyakit malaria secara dini dengan pengembangan modifikasi mikroskop binokuler. Teknik yang dikembangkan ini lebih murah dan mudah ditempatkan di wilayah endemik malaria dengan tidak lagi bergantung pada listrik PLN akan tetapi bisa menggunakan batrey, aki mobil/motor, sehingga wilayah-wilayah yang terpencil yang belum ada aliran listrik bisa menggunakan mikroskop ini dalam menegakkan diagnosa penyakit malaria sedini mungkin.